Kamis, 10 Mei 2012

MEDIA AUDIO VISUAL

MAKALAH

Disusun untuk Memenuhi Tugas
Mata Kuliah: Media Pembelajaran
Dosen Pengampu: Dr. H. Fatah Syukur NC, M.Ag








Disusun oleh:

Rochmatun Naili
(103111131)

FAKULTAS TARBIYAH
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI WALISONGO
SEMARANG
2012
I.         PENDAHULUAN
Media pembelajaran merupakan salah satu komponen pelajaran yang mempunyai peranan penting dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan media pembelajaran pada tahap orientasi pembelajaran akan membantu keefektifan proses pembelajaran dalam  penyampaian pesan dan isi pelajaran pada saat itu. Selain membangkitkan motivasi dan minat siswa, media pembelajaran juga dapat membantu siswa meningkatkan pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan memadatkan informasi.
Bentuk-bentuk media pembelajaran itu sendiri terdapat berbagai macam bentuk. Klasifikasi menurut pemakaiannya ada tiga macam bentuk media yang digunakan, yaitu media auditif, media visual, dan media audio visual. Dalam pembahasan makalah ini akan diterangkan lebih jelas dan lebih detail mengenai media audio visual yang mempunyai unsur memadukan antara media auditif dan media visual.

II.      RUMUSAN MASALAH
A.       Apa Pengertian Media Audio, Visual, dan Audio Visual?
B.       Apa Saja Jenis-Jenis Media Audio Visual?
C.       Bagaimana Karakteristik Media Audio Visual?
D.       Apa Kelebihan dan Kekurangan Media Audio Visual?

III.   PEMBAHASAN
A.       Pengertian Media Audio, Visual, dan Audio Visual
1.    Pengertian Media Audio
Media audio yaitu media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Pesan yang akan disampaikan dituangkan dalam lambang-lambang auditif, baik verbal (kedalam kata-kata/bahasa lisan) maupun non verbal. Beberapa jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah radio, dan alat perekam pita magnetik.


a.    Radio
Radio merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunakan untuk mendengarkan berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan peristiwa-peristiwa penting dan baru, masalah-masalah kehidupan dan sebagainya.[1]
b.    Perekam pita magnetik
Perekam pita magnetik adalah salah satu media pendidikan yang tak dapat diabaikan untuk menyampaikan informasi, karena mudah menggunakannya. Ada dua macam rekaman dalam alat perekam pita magnetik ini, yaitu sistem : “full track recorder” dan “double track recorder”.
Kelebihan dan kekurangan media audio
a.      Kelebihan media audio
1)      Harga murah dan variasi program lebih banyak dari pada TV.
2)      Sifatnya mudah untuk dipindahkan.
3)       Dapat digunakan bersama – sama dengan alat perekam radio, sehingga dapat diulang atau diputar kembali.
4)      Dapat merangsang partisipasi aktif pendengaran siswa, serta dapat mengembangkan daya imajinasi seperti menulis, menggambar dan sebagainya. [2]
b.      Kekurangan media audio
1)      Memerlukan suatu pemusatan pengertian pada suatu pengalaman yang tetap dan tertentu, sehingga pengertiannya harus didapat dengan cara belajar yang khusus.
2)      Media audio yang menampilkan simbol digit dan analog dalam bentuk auditif adalah abstrak, sehingga pada hal-hal tertentu memerlukan bantuan pengalaman visual.
3)      Karena abstrak, tingkatan pengertiannya hanya bisa dikontrol melalui tingkatan penguasaan perbendaharaan kata-kata atau bahasa, serta susunan kalimat.
4)      Media ini hanya akan mampu melayani secara baik bagi mereka yang sudah mempunyai kemampuan dalam berpikir abstrak.
5)      Penampilan melalui ungkapan perasaan atau simbol analog lainnyadalam bentuk suara harus disertai dengan perbendaharaan pengalaman analog tersebut pada si penerima.[3]
2.    Pengertian Media Visual
Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peranan yang sanagat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektiv, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.[4] Yang termasuk dalam kelompok ini yaitu Gambar representasi, Diagram, Peta, Grafik, Overhead Projektor (OHP), Slide, dan Filmstrip.[5]
Kelebihan dan kekurangan media visual
a.    Kelebihan media visual
1)        Repeatable, dapat dibaca berkali-kali dengan menyimpannya atau mengelipingnya.
2)        Analisa lebih tajam, dapat membuat orang benar-benar mengerti isi berita dengan analisa yang lebih mendalam dan dapat membuat orang berfikir lebih spesifik tentang isi tulisan
3)        Dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh peserta didik
4)        Media visual memungkinkan adanya interaksi antara peserta didik denga lingkungan sekitarnya
5)        Dapat menanamkan konsep yang benar
6)        Dapat membangkitkan keinginan dan minat baru
7)        Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa.
b.   Kekurangan media visual
1)        Lambat dan kurang praktis
2)        Tidak adanya audio, media visuaal hanya berbentuk tulisan tentu tidak dapat didengar. Sehingga kuraang mendetail materi yang disampaikan
3)        Visual yang terbatas, media ini hanya dapat memberikan visual berupa gambar yang mewakili isi berita
4)        Biaya produksi cukup mahal karena media cetak harus menyetak dan mengirimkannya sebelum dapat dinikmati oleh masyarakat.[6]
3.    Pengertian Media Audio Visual
Media audio-visual adalah media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media auditif (mendengar) dan visual (melihat). [7] Media Audiovisual merupakan sebuah alat bantu audiovisual yang berarti bahan atau alat yang dipergunakan dalam situasi belajar untuk membantu tulisan dan kata yang diucapkan dalam menularkan pengetahuan, sikap, dan ide.[8]
Dari hasil penelitian media audiovisual sudah tidak diragukan lagi dapat membantu dalam pengajaran apabila dipilih secara bijaksana dan digunakan dengan baik. Beberapa manfaat alat bantu  audiovisual adalah:
1.        Membantu memberikan konsep pertama atau kesan yang benar;
2.        Mendorong minat;
3.        Meningkatkan pengertian yang lebih baik;
4.        Melengkapi sumber belajar yang lain;
5.        Menambah variasi metode mengajar;
6.        Menghemat waktu;
7.        Meningkatkan keingintahuan intelektual;
8.        Cenderung mengurangi ucapan dan pengulangan kata yang tidak perlu;
9.        Membuat ingatan terhadap pelajaran lebih lama;
10.    Dapat memberikan konsep baru dari sesuatu diluar pengalaman biasa.[9]
B.       Jenis-jenis Media Audio Visual
1.    Media Audio Visual Gerak
Media audio visual gerak adalah media intruksional modern yang sesuai dengan perkembangan zaman (kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi) karena meliputi penglihatan, pendengaran dan gerakan, serta menampilkan unsur gambar yang bergerak. Jenis media yang termasuk dalam kelompok ini adalah televisi, video tape, dan film bergerak.[10]
a.    Film
Film atau gambar hidup merupakan gambar-gambar dalam frame dimana frame demi frame diproyeksikan melalui lensa proyektor secara mekanis sehingga pada layar terlihat gambar itu hidup. Kemampuan film melukiskan gambar hidup dan suara memberinya daya tarik tersendiri. Kedua jenis media ini pada umumnya digunakan untuk tujuan-tujuan hiburan, dokumentasi, dan pendidikan. Mereka dapat menyajikan informasi, memaparkan proses, menjelaskan konsep-konsep yang rumit, mengajarkan keterampilan, menyingkat atau memperpanjang waktu, dan mempengaruhi sikap.[11]
Oemar Hamalik mengemukakan bahwa film yang baik mamiliki ciri-ciri sebagi berikut:
a.    Dapat menarik minat anak;
b.   Benar dan autentik;
c.    Up to date dalam setting, pakaian dan lingkungan;
d.   Sesuai dengan tingkatan kematangan audien;
e.    Perbendaharaan bahasa yang dipergunakan secara benar;
f.                      Kesatuan dan squence-nya cukup teratur;
g.   Teknis yang dipergunakan cukup memenuhi persyaratan dan cukup memuaskan.[12]
b.      Video
Video sebagai media audio visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disajikan dapat bersifat fakta (kejadian/ peristiwa penting, berita), maupun fiktif (seperti misalnya cerita), bisa bersifat informatif, edukatif maupun intruksional. Sebagian besar tugas film dapat digantikan oleh video, namun tidak berarti bahwa video akan menggantikan kedudukan film. Masing-masing memiliki keterbatasan dan kelebihan sendiri.
c.      Televisi (TV)
Televisi adalah sistem elektronik yang mengirimkan gambar diam dan gambar hidup bersama suara melalui kabel dan ruang. Dewasa ini televisi yang dimanfaatkan untuk keperluan pendidikan dengan mudah dapat dijangkau melalui siaran dari udara ke udara dan dapat dihubungkan melalui satelit. Televisi pendidikan adalah penggunaan program video yang direncanakan untuk mencapai tujuan pengajaran tertentu tanpa melihat siapa yang menyiarkannya. Televisi pendidikan tidak hanya menghibur, tetapi lebih penting adalah mendidik. Oleh karena itu, ia memiliki ciri-ciri tersendiri, antara lain yaitu:
(1) Dituntun oleh instruktur, seorang instruktur atau guru menuntun siswa sekedar menghibur tetapi yang lebih penting adalah mendidik. melalui pengalaman-pengalaman visual.
(2) Sistematis, siaran berkaitan dengan mata pelajaran dan silabus dengan tujuan dan pengalaman belajar yang terencana.
 (3) Teratur dan berurutan, siaran disajikan dengan selang waktu yang berurutan secara berurutan dimana satu siaran dibangun atau mendasari siaran lainnya,
(4) Terpadu, siaran berkaitan dengan pengalaman belajar lainnya, seperti latihan, membaca, diskusi, laboratorium, percobaan, menulis, dan pemecahan masalah.[13]
Televisi sebenarnya sama dengan film, yakni dapat didengar dan dilihat. Media ini berperan sebagai gambar hidup dan juga sebagai radio yang dapat dilihat dan didengar secara bersamaan. [14]
Media komunikasi massa khususnya televisi berperan besar dalam hal interaksi budaya antar bangsa, karena dengan sistem penyiaran yang ada sekarang ini, wilayah jangkauan siarannya, tidak ada masalah lagi. Meskipun demikian, bagaimanapun juga televisi hanya berperan sebagi alat bukan merupakan tujuan kebijaksanaan komunikasi, karena itu televisi mempunyai fungsi:
a.    Sebagai alat komunikasi massa
Daerah jangkauan televisi, dibelahan bumi manapun sudah tidak menjadi masalah bagi media massa. Hal ini karena ada revolusi dibidang satelit komunikasi massa yang terjadi pada akhir-akhir ini. Sebagi akibat adanya sistem komunikasi yang canggih itu, media massa televisi mampu membuka isolasi masyarakat tradisional yang sifatnya tertutup menjadi masyarakat yang terbuka.
b.    Sebagi alat komunikasi pemerintah
Sebagi alat komunikasi pemerintah, televisi dalam pesan komunikasinya terhadap kondisi sosial budaya suatu bangsa, meliputi tiga sasaran pokok, yaitu:
1)        Memperkokoh pola-pola sosial budaya
2)        Melakukan adaptasi terhadap kebudayaan
3)        Kemampuan untuk mengubah norma-norma soaial budaya bangsa.[15]
2.      Media Audio Visual Diam
Media audio visual diam yaitu media yang menampilkan suara dan gambar diam, seperti:
a.    Film bingkai suara (sound slides)
Film bingkai adalah suatu film transparan (transparant) berukuran 35 mm, yang biasanya dibungkus bingkai berukuran 2x2 inci terbuat dari kraton atau plastik. Ada program yang selesai dalam satu menit, tapi ada pula yang hingga satu jam atau lebih. Namun yang lazim, satu program film bingkai suara (sound slide) lamanya berkisar antara 10-30 menit. Jumlah gambar (frame) dalam satu program pun bervariasi, ada yang hanya sepuluh buah, tetapi ada juga yang sampai 160 buah atau lebih.[16]
b.    Film rangkai suara
Berbeda dengan film bingkai, gambar (frame) pada film rangkai berurutan merupakan satu kesatuan. Ukurannya sama dengan film bingkai, yaitu 35 mm. Jumlah gambar satu rol film rangkai antara 50-75 gambar dengan panjang kurang lebih 100 sampai dengan 130, tergantung pada isi film itu.[17]
C.       Karakteristik Media Audio Visual
Teknologi Audio visual cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi yaitu dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangakat keras selama proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar. Karakteristik atau ciri-ciri utama teknologi media audio-visual adalah sebagai berikut:
1.        Mereka biasanya bersifat linier;
2.        Mereka biasanya menyajikan visual yang dinamis;
3.        Mereka digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/pembuatnya;
4.        Mereka merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak;
5.        Mereka dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif;
6.        Umumnya mereka berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.[18]
D.       Kelebihan dan Kekurangan Media Audio visual
Media audio visual mempunyai kelebihan dan kekurangan sendiri-sendiri. Ada dua jenis media audio visual disini yaitu audio visual gerak dan audio visual diam.
Kelebihan media audio visual gerak
1.    Kelebihan dan kekurangan film sebagai media audio visual gerak.
a.    Keuntungan atau manfaat film sebagai media pengajaran antara lain:
1)   Film dapat menggambarkan suatu proses, misalnya proses pembuatan suatu keterampilan tangan dan sebagainya.
2)   Dapat menimbulkan kesan ruang dan waktu.
3)   Penggambarannya bersifat 3 dimensional.
4)   Suara yang dihasilkan dapat menimbulkan realita pada gambar dalam bentuk ekspresi murni.
5)   Dapat menyampaikan suara seorang ahli sekaligus melihat penampilannya.
6)   Kalau film dan video tersebut berwarna akan dapat menambah realita objek yang diperagakan.
7)   Dapat menggambarkan teori sain dan animasi.
b.    Kekurangan-kekurangan film sebagai berikut:
1)   Film bersuara tidak dapat diselingi dengan keterangan-keterangan yang diucapkan sewaktu film diputar, penghentian pemutaran akan mengganggu konsentrasi audien.
2)   Audien tidak akan dapat mengikuti dengan baik kalau film diputar terlalu cepat.
3)   Apa yang telah lewat sulit untuk diulang kecuali memutar kembali secara keseluruhan.
4)   Biaya pembuatan dan peralatannya cukup tinggi dan mahal.[19]
2.    Kelebihan dan kekurangan video sebagai media audio visual gerak
a.    Kelebihan video
1)   Dapat menarik perhatian untuk periode-periode yang singkat dari rangsangan lainnya.
2)   Dengan alat perekam pita video sejumlah besar penonton dapt memperoleh informasi dari ahli-ahli/ spesialis.
3)   Demonstrasi yang sulit bisa dipersiapkan dan direkam sebelumnya, sehingga dalam waktu mengajar guru dapat memusatkan perhatian dan penyajiannya.
4)   Menghemat waktu dan rekaman dapat diputar berulang-ulang.
5)   Keras lemah suara dapat diatur dan disesuaikan bila akan disisipi komentar yang akan didengar.
6)   Guru bisa mengatur dimana dia akan menghentikan gerakan gambar tersebut, artinya kontrol sepenuhnya ditangan guru.
7)   Ruangan tidak perlu digelapkan waktu menyajikannya.[20]
b.    Kekurangan video
1)   Perhatian penonton sulit dikuasai, partisipasi mereka jarang dipraktekkan.
2)   Sifat komunikasinya yang bersifat satu arah haruslah diimbangi dengan pencarian bentuk umpan balik yang lain.
3)   Kurang mampu menampilkan detail dari objek yang disajikan secara sempurna.
4)   Memerlukan peralatan yang mahal dan kompleks.[21]
3.    Kelebihan dan kekurangan televisi sebagai media audio visual gerak
a.    Kelebihan televisi:
1)   Bersifat langsung dan nyata, serta dapat menyajikan peristiwa yang sebenarnya.
2)   Memperluas tinjauan kelas, melintasi berbagai daerah atau berbagai negara.
3)   Dapat menciptakan kembali peristiwa masa lampau.
4)   Dapat mempertunjukkan banyak hal dan banyak segi yang beraneka ragam.
5)   Banyak mempergunakan sumber-sumber masyarakat.
6)   Menarik minat anak.
7)   Dapat melatih guru, baik dalam pre-service maupun dalam intervice training.
8)   Masyarakat diajak berpartisipasi dalam rangka meningkatkan perhatian mereka terhadap sekolah.[22]

b.    Kekurangan-Kekurangan Televisi:
1)   Televisi hanya mampu menyajikan komunikasi satu arah.
2)   Televisi pada saat disiarkan akan berjalan terus dan tidak ada kesempatan untuk memahami pesan-pesan nya sesuai dengan kemampuan individual siswa.
3)    Guru tidak memiliki kesempatan untuk merevisi tayangan TV sebelum disiarkan.
4)   Layar pesawat televisi tidak mampu menjangkau kelas besar sehingga sulit bagi semua siswa untuk melihat secara rinci gambar yang disiarkan.
5)   Kekhawatiran muncul bahwa siswa tidak memiliki hubungan pribadi dengan guru, dan siswa bisa jadi bersifat pasif selama penayangan.[23]
Kelebihan dan kekurangan media audio visual diam
1.    Kelebihan dan kekurangan film bingkai sebagai media audio visual diam.
a.    Kelebihan film bingkai sebagai media pendidikan adalah:
1)        Materi pelajaran yang sama dapat disebarkan  ke seluruh siswa secara serentak;
2)        Perhatian anak-anak dapat dipussatkan pada satu butir tertentu;
3)        Fungsi berfikir penonton dirangsang dan dikembangkan secara bebas;
4)        Film bingkai berada di bawah kontrol guru;
5)        Dapat dilakukan secara klasikal maupun individu;
6)        Penyimpanannya mudah (praktis);
7)        Dapat mengatasi keterbatasan keterbatasan ruang, waktu dan indera;
8)        Mudah direvisi/diperbaiki, baik visual maupun audionya;
9)        Relatif sederhana dan murah dibandingkan dengan media TV atau film;
10)    Program dibuat dalam waktu singkat.
Kekurangan film bingkai suara adalah:
1)        Program film bingki yang terdiri dari gambar-gambar lepas mudah hilang atau tertukar apabila penyimpanannya kurang baik;
2)        Hanya mampu menyajikan objek-objek secara diam (still);
3)        Penggunaan program slide suara memerlukan ruangan yang gelap, apabila tidak gelap makagambar yang diproyeksikan kurang jelas;
4)        Dibangdingkan dengan gambar, foto, bagan atau papan flanel pembuatan film bingkai jauh lebih mahal biayanya.[24]
2.    Kelebihan dan kekurangan film rangkai
a.       Kelebihan film rangkai yaitu:
1)      Kecepatan penyajian film rangkai bisa diatur
2)      Film rangkai dapat mempersatukan berbagai media pendidikan yang berbeda dalam satu rangkai
3)      Ukuran gambar sudah pasti
4)      Penyimpanannya mudah
5)      Reproduksinya dalam jumlah besar relatif lebih mudah
6)      Dapat untuk belajar kelompok maupun individual
b.      Kelemahan yang pokok dibandingkan dengan film bingkai adalah bahwa film rangkai sulit diedit atau direvisi karena sudah merupakan satu rangkaian, sukar dibuat sendiri secara lokal dan memerlukan peralatan laboraturium yang dapat mengubah film bingkai ke film rangkai.[25]

E.       Cara Pemakaian Media Audio Visual Dalam Pembelajaran
Dalam pengaplikasian media audio visual ada hal-hal yang harus dipersiapkan misalnya; guru harus tau cara pengoprasian media tersebut, guru harus terlebih dahulu tahu konten alat bantu yang akan digunakan, dan yang pasti harus sesuai dengan indikator pencapaian yang akan dicapai. Berikut akan dijelaskan saran-saran untuk menggunakan media audio visual dalam pembelajaran agar dapat berfungsi secara optimal:
1)        Bahan yang disajikan harus mengarah langsung pada masalah yang dibicarakan oleh kelompok, dalam artian harus terarah.
2)        Bahan seyogianya hanya disajikan pada waktu yang tepat sehingga tidak menyebabkan terputusnya kelangsungan berpikir.
3)        Pimpinan sebaiknya mengetahui bagaimana menjalankan alat bantu.
4)        Alat bantu sebaiknya mengajarkan sesuatu, tidak sekedar menayangkan sesuatu.
5)        Partisipasi pelajar sangat diharapkan dalam situasi ketika alat bantu audio visual digunakan.
6)        Rencana mutlak diperlukan untuk membuat bahan yang disajikan dengan alat bantu lebih efektif.
7)        Beberapa alat bantu sebaiknya digunakan.
8)        Alat bantu audio visual sebaiknya digunakan secara hati-hati dan disimpan dengan baik.[26]
IV.   ANALISIS
Telah diketahui bahwa media audio visual merupakan salah satu bentuk media pembelajaran yang yang digunakan untuk membantu proses belajar mengajar. Bentuk media audio visual dapat diketahui dengan melihat ciri-ciri umumnya, yaitu dengan melibatkan dua indra sekaligus, indra pendengaran dan indra penglihatan yang merupakan gabungan dari media auditif dan media visual. Media audio visual merupakan media yang dirasa cukup efektif dan efisien apabila diterapkan dalam suatu pembelajaran. Kebanyakan seorang peserta didik akan lebih memahami suatu materi yang sedang diajarkan tersebut dengan melibatkan pendengaran (audio) juga melibatkan penglihatannya (visual) sehingga materi yang disampaikan tersebut bisa dirasakan seperti nyata.
Media audio visual ada dua jenis, yaitu media audio visual gerak dan media audio visual diam. Media audio visual gerak merupakan bentuk media yang dapat dilihat, didengar dan juga ada gerakan; seperti film, video, dan televisi. Ketiga hal tersebut sudah sering kita jumpai dalam kehidupan  sehari-hari, dan semuanya sudah jelas tahu bahwa televisi mampu menampilkan gambar yang bergerak, bersuara dan juga bisa dilihat. Kenggulan yang lain dari media ini juga dapat memberikan hal yang seperti nyata seolah-olah kita juga terlibat dalam suatu penayangan tentang suatu kejadian (yang mendidik). Sedangkan media audio visual diam merupakan bentuk media yang hanya menampilkan suara dan penglihatan, perbedaan media audio visual gerak dengan media audio visual diam hanya ada tidaknya gerakan saja. Media audio visual diam dapat bergerak jika ada fasilitatornya, seperti pada film strip bersuara dan  slide bersuara.
Dengan bertambahnya media pembelajaran yang lebih canggih dalam membantu proses belajar mengajar maka seorang guru harus bisa dan dapat menggunakan alat-alat teknologi tersebut. Seorang guru diharapkan tidak gaptek (gagap teknologi), karena dengan menggunakan teknologi yang canggih yang telah tersedia saat ini media audio visual khususnya, peserta didik akan cepat paham dan mempunyai daya tarik tersendiri. Karena belajar dengan melibatkan penglihatam dan pendengaran akan lebih memahakan.

V.      KESIMPULAN
1.      Media audio yaitu media yang berkaitan dengan indera pendengaran. Media berbasis visual (image atau perumpamaan) memegang peranan yang sanagat penting dalam proses belajar. Media audio visual adalah suatu media pembelajaran yang dalam penerapannya menenggabungkan dua indra manusia yaitu indra pendengaran dan indra penglihatan. Melalui media ini proses belajar mengajar cenderung lebih efektif dan peserta didik lebih mudah dalam menangkap materi belajar.
2.      Jenis-jenis media audio visual ada dua yaitu media audio visual gerak dan media audio visual diam. Media audio visual gerak meliputi film, video dan televisi. Sedangkan media audio visual diam meliputi  Film bingkai suara (sound slides) dan film rangkai suara.
3.      Karakteristik media audio visual: bersifat linier; menyajikan visual yang dinamis; digunakan dengan cara yang telah ditetapkan sebelumnya oleh perancang/pembuatnya; merupakan representasi fisik dari gagasan real atau gagasan abstrak; dikembangkan menurut prinsip psikologis behaviorisme dan kognitif; serta berorientasi kepada guru dengan tingkat pelibatan interaktif murid yang rendah.
4.      Kelebihan dan kekurangan media audivisual yaitu sesuai dengan jenis media dari mcam-macam bentuk media yang digunakan. Masing-masing media tersebut memiliki kelbihan dan kekurang sendiri-sendiri sesuai dengan manfaat penggunaannya.
5.      Dalam pengaplikasian media audio visual ada hal-hal yang harus dipersiapkan misalnya; guru harus tau cara pengoprasian media tersebut, guru harus terlebih dahulu tahu konten alat bantu yang akan digunakan, dan yang pasti harus sesuai dengan indikator pencapaian yang akan dicapai. Berikut akan dijelaskan saran-saran untuk menggunakan media audio visual dalam pembelajaran agar dapat berfungsi secara optimal

VI.   PENUTUP
Demikian makalah ini penulis buat. Penulis sadar bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kritik dan saran yang konstruktif dari pembaca sangat diharapkan agar makalah yang kedepan dapat lebih baik. Semoga makalah ini bermanfaat bagi semuanya, Amin.


DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. Media Pembelajaran. Jakarta: PT. Grafindo Persada. 2003
Asnawir dan M. Basyiruddin Usman. Media Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Pers. 2002
Djaramah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT.Rineka Cipta. 2010
Sadiman, Arif S. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers. 1996
Sudjana, Nana. Media Pengajaran. Surabaya: Pustaka Dua. 1978
Suprijanto.  Pendidikan Orang Dewasa. Jakarta: PT.Bumi Aksara. 2005
Syukur NC, Fatah. Teknologi Pendidikan. Semarang: Rasail. 2005


[1] Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Ciputat Pers, 2002), hlm83
[3] Nana Sudjana, Nana Sudjana, Media Pengajaran, (Surabaya: Pustaka Dua, 1978), hlm.131
[4] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo, 2003), hal.89
[5] Nana Sudjana, Op.Cit, hlm. 57
[7] Syaiful Bahri Djaramah dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: PT.Rineka Cipta 2010), hlm.124
[8] Suprijanto, Pendidikan Orang Dewasa, (Jakarta: PT.Bumi Aksara, 2005), hlm.171
[9] Ibid., hlm.173
[10] Nana Sudjana, Op.Cit., hlm.192
[11] Azhar Arsyad, Op.Cit., hlm.48
[12]Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, Op.Cit., hlm.95-96
[13] Azhar Arsyad, Op.Cit., hlm.50-51
[14] Asnawir dan M. Basyiruddin Usman,Op.Cit., hlm.102
[15] Fatah Syukur NC, Teknologi Pendidikan, (Semarang: Rasail, 2005), hlm. 150-152
[16] Arif Sadiman, Media Pembelajaran, (Jakarta: Rajawali Pers, 1996),  hlm.57
[17]Ibid., hlm.61
[18] Azhar Arsyad, Op.Cit., hlm. 30-31
[19] Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, Op.Cit.,  hlm.95-96
[20] Arif Sadiman, Op.Cit., 76-77
[21] Arif Sadiman, Loc. Cit
[22] Asnawir dan M. Basyiruddin Usman, Op.Cit.,  hlm. 101-102
[23] Azhar Arsyad, Op.Cit., hlm.52
[24] Arif S. Sadiman, Op.Cit., hlm.61
[25] Arif S. Sadiman, Op.Cit., hlm.62-63
[26] Suprijanto, Op.Cit., hlm. 175

3 komentar:

  1. Op.Cit di daftar pustaka maksudnya apa ya?

    BalasHapus
  2. Thanks ya gan udah sharing, thanks kebetulan sedang ada tugas tentang film ni hehe tengkyu bacaanya :)

    BalasHapus
  3. teman - teman kesulitan untuk belajar komputer karena kesibukan? kini kami memfasilitasi kursus komputer jarak jauh via online, silahkan kunjungi website kami di asianbrilliant.com, ilmu komputer, Editing Film, master Animator, Web Master

    BalasHapus